Minut, MEDIAALTERNATIF.ID – Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan kerja delegasi Uni Eropa (UE) di wilayah Kabupaten Minahasa Utara pada Jumat (17/7/2026).
Kunjungan ini mencetak sejarah baru karena menjadi momen pertama kalinya delegasi Uni Eropa melakukan kunjungan resmi di luar Pulau Jawa.
Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda menyatakan bahwa kehadiran para duta besar dari benua biru tersebut merupakan sebuah kehormatan besar bagi pemerintah dan masyarakat Minahasa Utara.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan delegasi Uni Eropa di wilayah kami. Ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa untuk Minahasa Utara,” ujar Joune Ganda.
Duta Besar Uni Eropa mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kunjungan kerja di luar Pulau Jawa ini dipusatkan di Provinsi Sulawesi Utara, dengan fokus utama di Kabupaten Minahasa Utara.
Kehadiran mereka bertujuan untuk meninjau langsung dampak positif dari program penguatan blue economy (ekonomi biru), pengelolaan perikanan berkelanjutan, serta pariwisata berbasis alam yang sukses diterapkan di wilayah pesisir Minahasa Utara.
Salah satu keberhasilan nyata yang ditinjau berada di Desa Gangga Dua. Program penutupan musiman perikanan bagan yang disepakati bersama oleh para nelayan setempat terbukti berhasil mendongkrak pendapatan secara drastis, dari yang awalnya sekitar Rp20 juta menjadi Rp48 juta per musim.
Selain itu, perekonomian masyarakat pesisir kini diperkuat oleh keterlibatan 29 Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) dan 19 komunitas pesisir dalam usaha berbasis konservasi.
Salah satu contohnya adalah Poklahsar Kalkop di Desa Bulutui yang memproduksi bakso ikan dan keripik pisang, yang berdampak langsung pada peningkatan kemandirian ekonomi perempuan pesisir.
Sektor ekowisata juga menunjukkan perkembangan pesat melalui peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Bahoi dan Desa Lihunu yang mengelola layanan snorkeling, homestay, hingga jasa pemandu wisata.
Desa Lihunu bahkan telah dinobatkan sebagai salah satu dari 500 Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) oleh Kementerian Pariwisata.
Apresiasi senada juga datang dari pemerintah pusat. Mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Sekretaris Ditjen KSDAE Nandang Prihadi turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Minahasa Utara, Uni Eropa, KfW German Development Bank, WCS, serta seluruh mitra strategis.
“Kami berharap kunjungan lapangan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperlihatkan praktik-praktik terbaik pengelolaan kawasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara,” kata Nandang.
Program kolaborasi ini tidak hanya membawa dampak positif secara lingkungan, ekonomi, dan sosial di Sulawesi Utara dan Maluku Utara saja, melainkan juga telah menjangkau wilayah Nusa Tenggara Barat hingga Aceh.
Melalui kunjungan bersejarah ini, delegasi Uni Eropa bersama para pemangku kepentingan menegaskan komitmen mereka untuk memperluas dukungan dari sektor publik, filantropi, dan swasta.
Langkah ini diambil guna memastikan keanekaragaman hayati laut tetap menjadi motor utama dalam agenda ekonomi biru Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
(toar)















