Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara Sulut) menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia secara inklusif dengan membuka Pembelajaran Sekolah Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (19/2/2026).
Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara secara resmi membuka kegiatan tersebut melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Christodharma Sondakh.
Dalam sambutan Plh. Sekprov ditegaskan bahwa lansia bukan kelompok yang harus dipinggirkan dalam pembangunan.
“Sulawesi Utara tidak akan maju jika meninggalkan generasi seniornya. Lansia bukan beban pembangunan, tetapi kekuatan sosial yang harus diberdayakan dan dimuliakan,” demikian kutipan sambutan tersebut.
Sekolah Lansia ini merupakan bagian dari implementasi Visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara “Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan,” khususnya Misi Kedua: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Berdasarkan data Semester I Tahun 2025, jumlah penduduk lanjut usia di Provinsi Sulawesi Utara telah mencapai 14,1 persen dari total jumlah penduduk. Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir satu dari setiap tujuh warga Sulawesi Utara berada pada usia lanjut.
Kondisi ini menempatkan Sulawesi Utara dalam fase ageing population, yang menuntut kebijakan responsif dan terarah agar peningkatan angka harapan hidup sejalan dengan peningkatan kualitas hidup.
“Panjang usia harus berarti hidup yang sehat, aktif, dan bermartabat. Itulah arah pembangunan manusia yang kita perjuangkan,” lanjut kutipan sambutan Plh. Sekprov.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dan PWRI Provinsi Sulawesi Utara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr. Jeanny Yola Winokan, M.A.P., serta Ketua PWRI Provinsi Sulawesi Utara, Ferdinand E.M. Mewengkang, M.M., yang juga menjabat sebagai Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara.
Sebanyak 30 peserta mengikuti program yang akan berlangsung dalam 12 kali pertemuan dengan materi meliputi kesehatan fisik dan mental, penguatan psikososial dan spiritual, edukasi kependudukan, serta ketahanan keluarga.
Melalui Sekolah Lansia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ingin memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membangun generasi muda, tetapi juga memuliakan generasi senior sebagai penjaga nilai, pengalaman, dan harmoni keluarga.
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan lansia yang dapat diperluas hingga ke kabupaten dan kota, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai daerah yang ramah dan inklusif bagi seluruh generasi.
(*/toar)










