Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK), menyambut positif langkah pemerintah pusat melakukan penyegaran organisasi di Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, perubahan struktur merupakan hal yang wajar dalam upaya memperkuat kinerja lembaga yang menjadi ujung tombak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gubernur YSK menegaskan, sejauh ini pelaksanaan program BGN di Sulawesi Utara telah menunjukkan hasil yang signifikan.
Dari total 202 dapur yang telah disiapkan, sebanyak 173 dapur sudah beroperasi dan aktif melayani masyarakat.
”Kurang lebih 173 dapur sudah beroperasional dan melaksanakan kegiatannya. Sekitar 400 ribu masyarakat sudah merasakan manfaat program ini melalui dapur-dapur yang ada,” ujar YSK.
Menurut Gubernur, keberadaan dapur-dapur tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Ribuan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal turut terlibat dalam operasional program tersebut.
”Kalau satu dapur mempekerjakan sekitar 50 karyawan, maka sudah sangat banyak tenaga kerja yang terserap. Belum lagi tenant dan pelaku usaha yang terlibat di dalamnya. Dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” katanya.
Gubernur YSK berharap, dengan adanya penyegaran di tubuh BGN, pengelolaan program dapat berjalan lebih profesional dan semakin tepat sasaran.
Ia menilai masyarakat menaruh harapan besar terhadap program peningkatan gizi yang digagas pemerintah.
”Kita berharap ke depan dapur-dapur ini semakin profesional. BGN juga semakin profesional. Ini harapan rakyat kita yang ingin melihat kualitas gizi masyarakat semakin baik,” ungkapnya.
Gubernur juga mengaitkan keberhasilan program tersebut dengan berbagai capaian pembangunan di Sulawesi Utara.
Ia menyebut Bumi Nyiur Melambai saat ini menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Sulawesi dalam menekan angka stunting dan kemiskinan.
”Penurunan stunting dan kemiskinan yang terjadi saat ini tentu tidak lepas dari berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk program makan bergizi,” jelasnya.
Terkait pergantian pejabat di BGN, YSK menilai hal tersebut merupakan bagian dari proses organisasi yang bertujuan memperkuat kinerja lembaga.
Ia optimistis jajaran baru yang ditunjuk pemerintah pusat mampu membawa BGN menjadi lebih maju.
”Saya yakin Presiden sudah mempertimbangkan berbagai terobosan untuk kepentingan rakyat. Pergantian dalam organisasi adalah hal yang biasa, yang penting tujuannya untuk membuat BGN lebih baik dan lebih maju,” katanya.
YSK juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program-program strategis nasional.
Menurutnya, sasaran utama kebijakan pemerintah berada langsung di tengah masyarakat.
”Sasaran pusat ada di daerah, ada di kampung-kampung kita. Karena itu pejabat yang baru harus mampu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Gubernur YSK menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap mendukung penuh setiap kebijakan Presiden, termasuk langkah reorganisasi di Badan Gizi Nasional.
”Dengan organisasi baru ini kami berharap kolaborasi semakin kuat. Apa yang menjadi pilihan dan kebijakan Bapak Presiden tentu akan kami dukung demi kepentingan rakyat dan kemajuan Sulawesi Utara,” tandasnya.
(*/toar)










